Salah satu cara untuk menstabilkan keuangan adalah dengan membiasakan diri menabung. Selain itu, hal ini juga bisa mencegah hal-hal yang tidak terduga termasuk pengeluaran untuk kebutuhan yang mendesak.

Nah, untuk menabung yang lebih aman anda bisa melakukannya di bank. Mungkin masih banyak orang yang ragu-ragu untuk menabung uangnya di bank. Padahal menabung di bank jauh lebih aman dibandingkan meyimpannya sendiri di rumah.

Berdasarkan sistemnya, perbankan dibagi menjadi dua, yakni perbankan konvensional dan syariah. Perbedaan bank konvensional dan bank syariah dapat dilihat dari definisinya. Dimana, bank konvensional adalah segala kegiatan perputaran uang yang mengacu pada kesepakatan internasional dan nasional, dan berlandakan hukum formil negara.

Sedangkan perbankan syariah adalah aktivitas perbankan yang berlandaskan pada hukum-hukum agama Islam (muamalah). Jadi, sumber hukum perbankan syariah mengacu pada 2 sumber hukum Islam, yakni Al-Quran dan Al-Hadits.

Selain dari segi definisinya, ada banyak perbedaan perbankan konvensional dan syariah. Lantas, apa saja perbedaannya? Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasannya berikut ini.

1. Tujuan Pendirian

Bank konvensional memiliki tujuan keuntungan dengan bebas nilai atau menganut prinsip yang dimiliki masyarakat pada umumnya.

Sedangkan bank syariah, orientasinya bukan hanya pada keuntungan saja, namun juga penyebaran dan penerapan nilai syariah. Artinya, aktivitas keuangan perbankan bukan hanya dilihat dari aspek keduniaan saja, namun juga memperhatikan aspek rohani atau akhiratnya.

2. Prinsip Pelaksanaan

Prinsip pelaksanaan antara bank konvensional dengan bank syariah tentunya sangat berbeda. Dimana, bank konvensional menganut prinsip konvensional dengan acuan peraturan yang berlaku baik peraturan nasional maupun internasional.

Sementara itu, perbankan syariah menggunakan prinsip syariah yang berlandaskan hukum islam yang mengacu pada Al-Quran dan Al-Hadits serta diatur oleh fatwa para ulama. Dengan demikian seluruh kegiatan keuangannya berlandaskan hukum Islam.

3. Sistem Operasional

Pada bank konvensional, sistem operasionalnya memberlakukan penerapan suku bunga serta perjanjian secara umum berdasarkan aturan nasional. Selain itu, akad antara nasabah dan bank umumnya dilakukan berdasarkan kesepakatan jumlah suku bunga.

Sedangkan pada banka syariah tidak menerapkan suku bunga dalam transaksinya. Pasalnya, menurut hukum Islam bunga adalah riba. Sehingga sistem operasional yang digunakan adalah akad bagi hasil (nisbah). Jadi, kesepakatan antara nasabah dan pihak bak berdasarkan bagi hasil keuntungan dan melibatkan jual beli.

4. Hubungan Antara Lembaga Perbankan dan Nasabah

Pada bank konvensional, hubungan antara nasabah dan pihak bank adalah debitur dan kreditur. Dimana, pihak perbankan berperan sebagai debitur, sedangkan nasabah berperan sebagai kreditur.

Sedangkan pada bank syariah, hubungan antara pihak bank dengan nasabah terbagi menjadi 4 jenis, yakni penjual-pembeli, kemitraan, sewa dan penyewa, istishna, dan salam. Disini phak bank berperan sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Sementara untuk masyarakah dan mudharabah memperlakukan sistem kemitraan.Untuk akad ijarah memposisikan pihak bank sebagai pemberi sewa dan nasabah sebagai penyewa.

5. Sistem Bunga

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perbedaan yang paling mencolok antara perbankan konvensional dan syariah adalah dari penerapan sistem bunga. Yang mana, bank konvensional menggunakan suku bunga sebagai acuan dasar serta keuntungan. Sedangkan bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, namun bagi hasil atau nisbah. Bagi hasil ini didapatkan dari pembagian keuntungan antara pihak bank dan nasabah.