Tanda – Tanda dan Gejala Tertular Covid-19 Varian Delta

 

Virus corona varian delta terus meningkat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Covid-19 varian delta dikenal lebih ganas daripada varian sebelumnya. Gejala awal virus corona varian delta ini masih sulit dikenali.

Belum ada pertanyaan resmi tentang gejala Covid-19 yang dipicu virus corona varian delta, sehingga masih banyak kasus yang sulit dicegah. Virus corona varian delta ini sangat menular cepat dan meningkatkan kekhawatiran. Angka rawat rawat inap meningkat meskipun telah diberikan vaksin.

Para ahli berpendapat gejala klasik Covid-19 menurut situs web NHS adalah suhu tinggi, batuk terus menerus baru dan kehilangan atau perubahan indera penciuman, juga indera perasa seseorang. Namun gejala yang paling sering dilaporkan oleh masyarakat yang mengikuti Survei Infeksi Covid-19 varian Delta dari Badan Pusat Statistik adalah batuk, sakit kepala, dan kelelahan.

Gejala Paling Sering

Rilis dari kantor statistik nasional Inggris atau Office for National Statistics (ONS) terbaru menunjukkan 61 persen orang yang dites positif melaporkan gejala. Dari jumlah tersebut 42% mengalami batuk, 39% melaporkan sakit kepala dan 38% melaporkan kelelahan.

Nyeri otot dilaporkan oleh seperempat orang dan 32% dilaporkan mengalami sakit tenggorokan. Lalu, sepertiga melaporkan demam, 21% melaporkan kehilangan penciuman, dam 15% melaporkan kehilangan rasa.

Sementara itu, baru-baru ini pada sebuah studi terpisah, studi Zoe Covid Symptom melaporkan bahwa sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan.

Penting juga untuk dicatat bahwa sekitar satu dari tiga orang dengan Covid-19 tidak memiliki gejala tetapi masih dapat menulari orang lain. Inilah sebabnya mengapa setiap orang disarankan untuk melakukan tes secara teratur.

10 Ciri terinfeksi corona varian Delta 

Dilansir dari Kompas.com setidaknya ada 10 gejala covid delta yang akan dirasakan oleh seseorang yang terpapar oleh virus Covid-19 varian delta diantaranya:

  1. Sakit perut
  2. Hilangnya selera makan
  3. Mual
  4. Nyeri sendi
  5. Gangguan pendengaran
  6. Sakit kepala
  7. Sakit tenggorokan
  8. Pilek
  9. Demam
  10. Batuk

Dengan gejala di atas, jika Anda mengalami hal itu, langkah pertama adalah melakukan isolasi mandiri.

Seperti diinfokan Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dituliskan, isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terjangkit Covid-19.

Jika tidak berkurang, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga Anda terbebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan.

Tata Cara Isolasi Mandiri

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, berikut ketentuan melakukan Isolasi/Karantina Mandiri:

  • Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  • Kamar manndi terpisah, tetapi jika tidak teredia lakukan desinfeksi rutin pada permukaan yang sering disentuh
  • Kamar tidur terpisah
  • Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu
  • Gunakan masker dengan benar
  • Cuci tangan dengan sabun
  • Jaga jarak
  • Disinfeksi/bersihkan permukaan dengan disinfeksi secara berkala
  • Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  • Pemantauan harian gejala
  • Berkoordinasi dengan puskesmas
  • Jika muncul gejala yang semakin parah segera lapor petugas
  • Orang yang merawat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 5 M
  • Tangani sampah dengan hati-hati

Bagaimana mencegah varian Delta?

Tetap disiplin dalam protokol kesehatan jadi kunci untuk mencegah virus Corona, juga varian Delta. Selain itu kurangi kumpul-kumpul, jika memungkinkan pakai masker dobel, dan lakukan vaksinasi segera.

Vaksinasi bisa mencegah penularan dan jika tertular, kebanyakan pasien hanya mengalami gejala ringan.